Upacara Ruwatan Ontang Anting Lamongan
bandenglele.com Rabu, Posted by Admin - 16-05-2018 - Tradisi dan kesenian
 
Assalamualaikum sobat



Ruwatan ontang-anting Terdiri dari dua suku kata yaitu "ruwatan" dan "ontang-anting".
Ruwatan berarti suatu upacara atau ritual pengusir roh jahat, sedangkan Ontang-anting dalam Bahasa Indonesia berarti anak semata wayang atau anak tunggal dalam sebuah keluarga. Upacara ruwatan ontang-anting ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan yang ada pada seseorang. Tradisi ruwatan ontang-anting merupakan kepercayaan sebagian besar masyarakat jawa.



Menurut kepercaya'an masyarakat, beberapa anak yang harus menjalani ruwatan ini adalah sbb :
- ontang-anting : anak tunggal laki-laki atau perempuan.
- uger-uger lawang : 2 orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal.
- sendang kapit pancuran : 3 orang anak yang sulung dan yang bungsu keduanya laki-laki dan yang kedua perempuan.
- pancuran kapit sendang : 3 orang anak yang sulung dan yang bungsu keduanya perempuan dan yang kedua laki-laki.
- anak bungkus : anak yang ketika dilahirkan masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi (plasenta).
- anak kembar : 2 orang kembar putra atau kembar putri atau kembar “dampit” yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan (yang lahir dalam waktu bersamaan).
- kembang sepasang : sepasang bunga yaitu 2 orang anak yang keduanya perempuan.
- kendhana kendhini : 2 orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.
- seramba : 4 orang anak yang semuanya laki-laki.
- Srimpi : 4 orang anak yang semuanya perempuan.
- Mancala putra atau pandawa : 5 orang anak yang semuanya laki-laki.
- Mancala putri : 5 orang anak yang semuanya perempuan.
- Pipilan : 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki.
- Pandangan : 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak laki-laki dan 1 orang perempuan.
- Julung pujud : anak yang lahir saat matahari terbenam.
- Julung wangi : anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari.
- Julung sungsang : anak yang lahir tepat jam 12 siang.
- Jempina : anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir.
- Tiba sampir : anak yang lahir berkalung usus.
- Margana : anak yang lahir dalam perjalanan.
- Wahana : anak yang lahir di halaman atau pekarangan rumah.
- Siwah atau salewah : anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit 2 macam warna.
- Bule : anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih bule.
- Kresna : anak yang dilahirkan memiliki warna kulit hitam.
- Walika : anak yang dilahirkan dalam wujud bajang atau kerdil.
- Wungkuk : anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok.
- Dengkak : anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok.
- Wujil : anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek.
- Lawang mega : anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya “cendika” yaitu ketika langit merah kekuning-kuningan.
- Made anak yang lahir tanpa alas (tikar).



Ruwatan ontang anting biasanya dilakukan dengan cara orang tua meminta tolong kepada Dalang untuk melaksan ruwatan dan sebelum dilakukan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Ontang-Anting Bhatara Kala, Dalang mengupas kupat luwar dihadapan anak yang akan diruwat.

Di daerah jawa masih banyak masyarakat yang percaya dan melakukan upacara ini, terutamanya kotaku tercinta yaitu kabupaten lamongan.



Sekian, wassalam wr.wb
bandenglele.com Rabu, Posted by Admin

Kirim Komentar anda disini,
Nama :
Email / Website :